Suatu hari seorang dari pantomim bekerja adalah mengunjungi kebun binatang dan upaya untuk mendapatkan uang sebagai pemain jalanan. Begitu ia mulai menggambar orang, seorang penjaga kebun binatang mengambil dia dan menyeret dia ke kantornya. Penjaga kebun binatang menjelaskan ke mime bahwa daya tarik kebun binatang paling populer, gorila, telah meninggal tiba-tiba dan kekhawatiran bahwa kehadiran penjaga di kebun binatang akan jatuh. Dia menawarkan pantomim itu pekerjaan untuk berpakaian seperti gorila sampai mereka bisa mendapatkan satu sama lain. pantomim yang menerima.
Maka pagi berikutnya mime menempatkan pada setelan gorila dan memasuki kandang sebelum orang-orang datang. Dia menemukan bahwa ini adalah pekerjaan besar. Dia bisa tidur semua yang dia inginkan, bermain dan mengolok-olok orang dan ia menarik orang banyak lebih besar daripada yang pernah dilakukan sebagai sebuah pantomim. Namun, akhirnya ban kerumunan dan dia ban hanya bergelantungan di ban. Ia mulai menyadari bahwa orang lebih memperhatikan singa di kandang di samping nya. Tidak ingin kehilangan perhatian penonton, ia naik ke atas kandangnya, merangkak di sebuah partisi, dan menggantung dari atas ke kandang singa. Tentu saja, ini membuat singa itu marah, tapi orang-orang menyukainya.
Pada akhir hari penjaga kebun binatang datang dan memberikan mime kenaikan untuk menjadi seperti daya tarik yang baik. Well, ini berlangsung selama beberapa waktu, mime terus mengejek singa, orang banyak tumbuh lebih besar, dan gajinya terus naik. Kemudian satu hari yang mengerikan ketika dia menggantung di atas singa marah ia slip dan jatuh. pantomim adalah ketakutan.
Berkumpul singa itu sendiri dan mempersiapkan untuk menerkam. pantomim itu begitu takut bahwa ia mulai berjalan mengitari kandang singa dengan menutup di belakang. Akhirnya, pantomim mulai berteriak dan berteriak, "Tolong, Tolong aku",! Tapi singa cepat dan menyambar. pantomim segera menemukan dirinya datar di punggungnya menatap singa singa marah dan berkata, "Diam tolol Apakah Anda ingin mendapatkan kita berdua dipecat?!"
http://www.funs.co.uk/fs/main.htm
Sabtu, 29 Mei 2010
Kamis, 27 Mei 2010
pengharapan .
Cinta itu merupakan sebuah misteri yang tak bisa ditebak oleh siapa pun .
cinta itu bisa datang secara tiba-tiba dan tak ada yang bisa menduga nya .
Tapi jika kita telah merasakan jatuh cinta sama seseorang . maka kita tak kan muda untuk melupai nya dan kita akan menyesal setelah kita kehilangan dya. karena sesuatu hal yg telah kita perbuat..
tapi apakah mungkin orang itu akan kembali ??
klo dya tak kembali ku harap dy mendapatkan seseprang yg terbaik .
cinta itu bisa datang secara tiba-tiba dan tak ada yang bisa menduga nya .
Tapi jika kita telah merasakan jatuh cinta sama seseorang . maka kita tak kan muda untuk melupai nya dan kita akan menyesal setelah kita kehilangan dya. karena sesuatu hal yg telah kita perbuat..
tapi apakah mungkin orang itu akan kembali ??
klo dya tak kembali ku harap dy mendapatkan seseprang yg terbaik .
Semut Dan LalaT
Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya.
Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya semutuntuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, ” Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?”. “Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”. Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”.
Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik & nada lebih serius. “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”
- Anonymous -
http://pyoon.wordpress.com
Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya semutuntuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, ” Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?”. “Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?”. Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”.
Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik & nada lebih serius. “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”
- Anonymous -
http://pyoon.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)
